Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Wednesday, April 10, 2019

Membangun Cinta Dalam Pernikahan

Mengapa orang menikah ?
Karena mereka jatuh cinta.
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ?
Apakah karena jatuh cinta ?

Bukan...
Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa.
Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup...
Mengapa jatuh cinta gampang ?
Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita.
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi.
Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap...
Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.
Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel.
Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan ber-sama2 mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg2, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah yang sangat pribadi.. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.
Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.

Apakah kondisi ini bisa diperbaiki ?
Tentu saja bisa, saat masing2 mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan ??
Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.

Mau punya teman hidup ?
Jatuh cintalah....
Tetapi sesudah itu.. bangunlah cinta...Jagalah KOMITMEN awal.

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada TUHAN melalui wali si gadis.

3. KETIKA MENIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN.

4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak & duri.

5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.

6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada suami/isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% & cintai anak2x Anda masing2x 100%.

7.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja2x kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

8.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai & lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

9.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

10.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

11.KETIKA ADA 'PIL/ Pria Idaman lain.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

12.KETIKA ADA 'WIL/ Wanita Idaman lain.
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

13.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

14.KETIKA INGIN LANGGENG & HARMONIS
GUNAKANLAH FORMULA 7K

a.Ketakutan akan Tuhan
b.Kasih sayang
c.Kesetiaan
d.Komunikasi dialogis
e.Keterbukaan
f.Kejujuran
g.Kesabaran

Meski kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru.
Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan.
Pernikahan bukanlah tanaman bunga mekar harum semerbak yang sudah jadi. Pernikahan adalah lahan kosong yang harus kita garap bersama-sama.
Tidak cukup hanya dengan memilih dan menikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, yang memperlakukan pasangan kita dengan TEPAT pula.
Kita juga harus yakin kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup. Kalau TUHAN sudah mengizinkan pernikahan itu terjadi, maka itu berarti IA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita.
Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan TUHAN dan Imam, untuk tetap setia dan saling mengasihi dalam segala keadaan.

MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI "CARA" KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN.

Manusia cenderung lebih pintar menilai orang lain daripada memeriksa diri sendiri,
Padahal, ketika satu jari menunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri.
Jangan suka menghakimi tetapi baiklah kita saling mengasihi.

Pernikahan adalah tiket 1x jalan, jadi pastikan bersama pasangan kita menuju tempat yang lebih baik dari saat ini.
Pernikahan adalah tempat dimana kita dituntut menjadi dewasa & salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.
Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tapi tentang komitmen.
Masalah dalam pernikahan biasanya karena kita tidak memahami perbedaan pria & wanita.
Jangan tuntut pasangan untuk berubah, kitalah yang harus berubah lebih dulu.
Ingat !!
Better me = Better we.

☻ 3 kesalahan umum ☻
yang sering dilakukan suami :
A. Tidak perhatikan perasaan istri.
Laki lebih pakai logika , wanita pakai feeling.
B. Lebih fokus memikirkan solusi daripada mendengar.
Wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami merasakan apa yang dia rasakan.
C. Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian / jawaban.

☻ 3 kesalahan umum ☻
yang sering dilakukan istri :
A. Memberi petunjuk tanpa diminta.
Mungkin bagi istri menunjukan perhatian , tapi bagi suami merasa dikontrol.
B. Mengeluhkan suami d¡ hadapan orang lain.
C. Mencoba membenarkan pada saat suami melakukan kesalahan. (istri merasa lebih benar)

Selama berumah tangga,
milikiLah komitmen2x ini :
1. Komitmen untuk tetap berpacaran.
2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.
3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengkritik pasangan).
4. Komitmen untuk punya romantic get away (liburan berdua)
5. Komitmen berkomunikasi dengan jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak dapat apa-apa bila ada apa-apa, pasangan kita bukan dukun)
6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan)
7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. (Fisik yang sehat adalah kado buat pasangan)
8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.
9. Komitmen untuk bergandengan dan berpelukan.
10. Komitmen untuk h¡dυp dalam kebenaran.

10 Hukum Pernikahan Bahagia:

1. Jangan marah pada waktu yang bersamaan. (Efesus 5:1)

2. Jangan berteriak pada waktu yang bersamaan. (Matius 5:3)

3. Jikalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. (Amsal 16:32)

4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. (Yohanes 13:34-35)

5. Lupakanlah kesalahan masa lalu. (Yesaya 1:18 ; Amsal 16:6)

6. Boleh lupakan yang lain tapi jangan lupakan Tuhan dan pasangan Anda. (Kidung Agung 3:1-2)

7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. (Efesus 4:26-27)

8. Seringlah memberi pujian pada pasangan Anda. ( Kidung Agung 4:1-5 ; 5:9-16)

9. Bersedia mengakui kesalahan. ( I Yohanes 1:9)

10. Dalam pertengkaran yang paling banyak bicara,dialah yang salah. ( Matius 5:9)

Pernikahan yang bahagia membutuhkan jatuh cinta berulang-ulang dengan pasangan yang sama.

Kidung Agung 8:7 "Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta. Sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina."

Konfliks dan perselisihan menggerus cinta perlahan-lahan seperti abrasi mengikis pantai.

Waktu atas sebuah pernikahan membuat cinta menjadi pudar, padahal asal muasal cinta begitu kuat tak terpadamkan, cinta sejati tidak bisa dibayar dengan harta benda.

Bangun pagi ini katakan kepada pasangan kita " I LOVE YOU " biarlah ini menjadi pupuk yang akan menyuburkan kembali cinta kepada pasangan kita.

Tujuan pernikahan bukanlah berpikiran sama, tetapi berpikir bersama.

Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Kenapa kita disatukan dengan pasangan kita, agar kita saling melengkapi.

Pasangan yang tepat adalah yang dapat melengkapi kekurangan kita, bukan yang sama seperti kita.

Ketahuilah! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang memiliki pikiran yang sama.

Ketika kita bangun pagi ini pandang pasangan kita lalu katakan "saya membutuhkan kamu tanpa kamu hidup jadi tidak sempurna"

Lalu mulailah merangkai perbedaan perbedaan dengan pasangan kita agar menjadi satu sehingga menjadi suatu kekuatan yang luar biasa.

Percayalah ! Mulai saat ini keluarga kita menjadi keluarga yang diberkati TUHAN.

Tuhan Yesus memberkati 😊😇

Sunday, January 21, 2018

Nomor-nomor Darurat dalam Alkitab

*Nomor Darurat Alkitab*

☎Ketika Anda dlm kesedihan, hub :
Yohanes 14
☎Ketika Anda jatuh dlm dosa, hub :
Mazmur 51
☎Ketika Anda khawatir, hub :
Matius 6 : 19-34
☎Ketika Anda dlm bahaya, hub :
Mazmur 91
☎Ketika Tuhan tampak jauh, hub :
Mazmur 139
☎Ketika iman Anda sedang goyah, hub :
Ibrani 11
☎Ketika Anda kesepian n takut, hub :
Mazmur 23
☎Ketika Anda tumbuh pahit dan kritis, hub :
1 Korintus 13
☎Ketika Anda menginginkan kedamaian dan ketenangan, hub :
Matius 11 : 25-30
☎Ketika dunia tampak lbh besar dr Tuhan, hub :
Mazmur 90
☎Ketika Anda menginginkan jaminan Kristen, hub :
Roma 8 : 1-30
☎Ketika Anda meninggalkan rmh utk bekerja ato bepergian, hub :
Mazmur 121
☎Ketika doa Anda menjd sempit ato egois, hub :
Mazmur 67
☎Ketika Anda menginginkan keberanian utk suatu tugas, hub :
Yosua 1
☎Bagaimana bergaul dgn sesama, hub :
Roma 12
☎Utk kesempatan besar, hub :
Yesaya 55
☎Utk rahasia kebahagiaan, hub :
Kolose 3 : 12-17
☎Utk gagasan tentang ke-Kristenan, hub :
2 Korintus 5 : 15-19
☎Depressed, hub :
Mazmur 27
☎Utk berbuah, hub :
Yohanes 15
☎Jika dompet Anda kosong, hub :
Mazmur 37
☎Menyampaikan kepercayaan pd orang, hub :
1 Korintus 13
☎Jika orang tampak tdk baik, hub :
Yohanes 15
☎Jika berkecil hati tentang pekerjaan Anda, hub :
Mazmur 126

Semoga membantu. Tuhan Yesus memberkati.

Friday, November 24, 2017

6 TIPS MENGAJARKAN ANAK-ANAK UNTUK BERDOA

Mengajarkan anak-anak untuk berdoa adalah bagian penting untuk mengenalkan mereka Yesus Kristus dan memperkuat hubungan mereka dengan Tuhan.

Lalu, bagaimana cara yang nyaman mengajarkan anak-anak untuk berdoa dan membantu mereka memahami Tuhan? Berikut ini tipsnya:

1. Kapan harus mulai mengajarkan doa kepada anak-anak?
Anak-anak bisa mulai belajar berdoa bahkan sebelum mereka bisa berbicara lancar dan jelas. Balita bisa diajarkan berdoa baik dengan kata maupun sikap dalam doa. Latihan bisa dimulai dengan membantu anak-anak untuk membuat Tanda Salib dengan benar.

Kebiasaan baik ini harus terus dilakukan aagr anak-anak semakin nyaman dalam berdoa. Ini juga untuk memperkuat doa sebagai bagian rutin kehidupan sedini mungkin bagi mereka.

2. Ajarkan doa sebagai sebuah percakapan
Ajarkan kepada anak-anak bahwa doa itu seperti sebuah percakapan. Kita berbicara dengan Tuhan, mengucap syukur kepada Dia yang memberikan kita makanan yang cukup setiap hari, pakaian juga orang tua dan saudara.

Ajarkan anak-anak untuk berdoa dengan kata-kata mereka sendiri, untuk selalu bersyukur dan memohon kepada Tuhan sumber kehidupan.

Pada anak-anak yang sudah bisa berbicara dengan baik, ajarkan doa Salam Maria dan Bapa Kami. Apresiasi jika mereka bisa berdoa Salam Maria, Bapa Kami bahkan Tanda Salib dengan benar. Tumbuhkan semangat doa dalam diri anak-anak sejak kecil.

3. Orang tua harus jadi teladan. Biarkan anak-anak melihat cara kalian berdoa
Anak-anak pada fase pertumbuhan banyak belajar meniru. Mereka belajar untuk berbicara, makan, dll. Pada fase ini, orang tua harus benar-benar menjadi teladan yang baik bagi pertumbuhan sang anak.

Cara terbaik untuk mendidik anak-anak tentang doa adalah mulailah berdoa di depan mereka. Ajarkan mereka sikap yang sopan saat berdoa, seperti tangan yang terkatup atau mata yang tertutup.

Orang tua bisa mengajak anak untuk berdoa pada hal-hal sederhana, seperti sebelum dan sesudah makan, saat bakan tidur dan setelah bangun pagi. Biasakan mereka untuk mengikut orang tua sebagai teladan dalam berdoa sehingga anak-anak lebih dekat kepada Tuhan dan pandai bersyukur.

4. Agar anak bisa berdoa
Ajarkan kepada anak-anak bagaimana berdoa kepada Tuhan. Mereka bisa berdoa bagi hewan peliharaan mereka, bagi teman mereka yang berulang tahun atau juga bagi orang tua, saudara, kakek-nenek, keluarga dan guru di sekolah. Tunjukkan pada mereka bahwa tidak ada batas waktu untuk berdoa. Dia bisa berdoa kapan saja dan dimana saja.

Beritahu anak-anak untuk memulai doa dengan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan sebagai ucapan syukur. Minta ampun juga kepada Tuhan untuk semua kesalahan hari ini. Mereka juga bias meminta pertolongan Tuhan melalui doa mereka.

Saat anak berdoa, misalnya berdoa Salam Maria dan masih terbata-bata, dia lupa beberapa bagian kata, bantu lengkapi dan biarkan anak melanjutkan sendiri saat dia kembali lancar berdoa.

5. Mengatasi rasa malu pada anak-anak
Beberapa anak mungkin terlihat malu untuk mulai belajar berdoa. Hadapi dengan sikap sabar dan tunjukkan dengan teladan. Selalu ajak anak untuk terlibat berdoa bersama dalam keluarga.

Cara lainnya, orang tua bisa memulai doa dan memancing anak untuk ikut berdoa, seperti bertanya kepadanya tentng apa yang akan anak doakan kepada gurunya, atau temannya juga kakek-neneknya. Selalu berikan apresiasi saat anak bisa mengucapkan doanya sendiri.

6. Jadilah pendukung
Selalu ajarkan kepada anak-anak untuk mengandalkan Tuhan baik dalam suka mapun duka. Ajarkan kepada mereka bahwa kita datang ke Tuhan dengan berbagai hal dan tidak ada permintaan yang terlalu kecil atau tidak penting di hadapan Tuhan.

Doa sangat pribadi dan kekhawatiran anak akan berubah sesuai usia yang berbeda. Dukunglah selalu anak untuk berbicara dengan Tuhan dan selalu bersyukur kepada-Nya.

Temani sang anak berdoa sebelum tidur dan saat bangun pagi. Ajarkan anak untuk selalu bersyukur dan meminta perlindungan Tuhan sebelum dan sesudah beraktivitas.